PALI Ekspres | Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mendapat dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam memperkuat kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026.
Dukungan tersebut diberikan dalam bentuk Dana Siap Pakai berupa logistik dan peralatan penanganan darurat bencana asap akibat karhutla, dengan total nilai bantuan mencapai Rp770.161.000.
Bantuan tersebut diterima dalam rangka penguatan kapasitas penanggulangan karhutla di Kabupaten PALI, Sumatera Selatan.
Berdasarkan dokumen bantuan BNPB, sejumlah peralatan yang diberikan antara lain 25 unit APD, lima roll selang 1,5 inci, empat unit pompa Jinjing 2 HP, dua unit mesin pompa air 6 HP, dua unit nozzle, serta dua unit flexible tank.
Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan pemerintah daerah bersama unsur terkait dalam menghadapi potensi karhutla, khususnya di tengah kondisi yang membutuhkan kewaspadaan tinggi terhadap ancaman kebakaran lahan dan dampak asap.
Pemberian bantuan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian rapat koordinasi penanggulangan karhutla di Provinsi Sumatera Selatan yang dipimpin langsung oleh Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, M.A., Ph.D.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala BNPB Pusat Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., serta Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru.
Dari Kabupaten PALI, Bupati PALI hadir bersama Dandim 0404/Muara Enim, Kapolres PALI, serta Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten PALI.
Kehadiran jajaran pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri dan BPBD tersebut menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman karhutla.
Bantuan peralatan dari BNPB tersebut menjadi tambahan kekuatan bagi BPBD PALI dalam melaksanakan upaya pencegahan maupun penanganan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Dengan dukungan peralatan seperti pompa air, selang, nozzle dan flexible tank, petugas di lapangan diharapkan dapat bergerak lebih cepat ketika terjadi titik api dan melakukan penanganan secara efektif.
Koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, pemerintah kecamatan hingga masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menekan risiko meluasnya karhutla.
Pemkab PALI melalui BPBD pun dituntut untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, mengingat penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api, tetapi juga menyangkut pencegahan, perlindungan masyarakat serta pengendalian dampak asap.
Dengan bantuan BNPB senilai Rp770,161 juta tersebut, Kabupaten PALI kini mendapat tambahan dukungan peralatan untuk memperkuat barisan penanggulangan karhutla tahun 2026. (In)


