Notification

×

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bantah Pecah Paket, Plt Kadis Nakertrans Bersuara

Senin, 19 Oktober 2026 | Oktober 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-19T06:14:04Z

 

BENGKULU. PALI Ekspres| Terkait pemberitaan investigasi soal 216 paket pengadaan senilai Rp8,1 Miliar di SiRUP TA 2024-2025, Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Bengkulu Henny Fatimah. S.E.,M.M melalui Widhiswastya anantaboga S.Kg menjabat bagian keuangan disnakertrans 2023 . Dan saat ini bagian perencanaan disnakertrans mengatakan klarifikasi lengkapnya:


1. SOAL FISIK NOVEMBER DIPECAH 6 PAKET Rp440 JUTA:

Widhi menegaskan itu bukan pecah paket


 "Sebenarnya bukan dipecah. Itu Rehabilitasi Lingkungan Kantor. SIPD-nya berbeda pengganti SIMDA. Kalau diinput kolam digedung salah sasaran. Bukan sengaja memecah kontrak. Karena memang rekeningnya beda-beda. Jadi suka atau tidak suka menunjuk 3 rekanan dengan nominal segitu," jelas Widhi.


2. SOAL MAMIN 31 PAKET SEBULAN & SEWA-HOTEL:

"Makan dan minum harus cek and ricek dahulu karena ada dua macam. Bisa di hotel dan bisa menjadi uang saku peserta. Perjalanan dinas di dalam kota. Bisa dijadikan makan minum, bisa dijadikan bayar hotel atau uang saku. Di Hotel Madeline sesuai perencanaan," terangnya. Untuk Mei 2025 ada 31 paket, pihaknya menyebut itu dari bidang-bidang yang harus dicek satu per satu.


3. SOAL JASA IKLAN Rp452 JUTA & EO Rp731 JUTA:

> "Jasa iklan reklame masuk di rutin pada kegiatan 15 media secara rutin," kata Widhi.


> "Jasa EO Job Fair yang terealisasi Rp139 Juta, judulnya ada Wamen Pekerja Migran di Poltekkes. Dan memang menunjukkan EO yang mana saat ini kami dipanggil Polda terkait EO tersebut sedang ada kasus penipuan. EO bermasalah," tambahnya.


Widhi juga menyebut ada *SiLPA kisaran Rp500 jutaan lebih.* Permintaan awal hanya Rp150 Juta namun yang muncul di sistem Rp731 Juta.


> "Kenapa tidak digeser uangnya? Sebenarnya sudah kami coba geser untuk perjalanan dinas namun ditolak. Dewan juga bertanya kenapa tidak dimanfaatkan," ujarnya.


4. SOAL ATK Rp6 PERAK PALING VIRAL:

Ini yang paling ditanyakan. Widhi memberikan penjelasan unik:


> "Entri belanja ATK sebelum juga mempertanyakan ada 6 rupiah tercantum pada anggaran. Waktu perencanaan saya sempat pertanyakan dan memang uang pagu masuk ada koma di belakang, maka kami mencari pekerjaan seperti binder klip 1 rupiah, maka itu yang kami buatkan binder klip 6 buah," ungkapnya.


5. SOAL E-KATALOG & MEDIA:

> "Seharusnya menggunakan analog, namun kami belum sanggup mengoperasionalkan e-katalog. 2024 masih buta karena belum ada sosialisasi. Mencari media pada pesanan e-katalog dan medianya hanya ada beberapa media namun tagihan sudah numpuk. Proses LS tanpa e-katalog dan semua yang masuk dengan acc Kadis dicairkan semua dan ada media yang copy paste dari situs kami," jelasnya.


TGR & NAMA KADIS SYAF:

Widhi juga menambahkan soal Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang masih berjalan dan belum lunas, dan ada nama Kadis Syaf juga dalam proses tersebut.


CATATAN REDAKSI:

Redaksi menerima dan memuat hak jawab ini sebagai wujud keberimbangan sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999. Klarifikasi dari Disnakertrans akan menjadi bahan verifikasi lanjutan bersama temuan SiRUP, dan tetap kami serahkan kepada APIP, BPK, dan APH untuk audit forensik lebih mendalam.(Ab) 

×
Berita Terbaru Update