Notification

×

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Luncurkan SiGAMPANG V2, Kadis Ketahanan Genjot Pangan Lokal

Selasa, 01 September 2026 | September 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-01T03:18:53Z

BENGKULU UTARA, PALI Ekspres | Di tengah keterbatasan anggaran, inovasi menjadi salah satu kunci untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Hal inilah yang terus didorong Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkulu Utara, Sabani, S.H.


Sejak dipercaya memimpin Dinas Ketahanan Pangan pada 21 Februari 2024, Sabani menggulirkan inovasi SIGAMPANG (Inovasi Keluarga Mandiri Pangan). Program tersebut kini terus dikembangkan hingga memasuki tahap SiGAMPANG V2 E-Monitoring.


Inovasi ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian pangan keluarga dengan mengoptimalkan potensi sumber daya pangan lokal sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi dalam pemantauan program.



Sabani mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjalankan amanah yang diberikan Bupati Bengkulu Utara untuk membangun daerah, khususnya dalam sektor pangan.

“Motivasi utama saya membangun Bengkulu Utara lima tahun ke depan agar tidak tergantung pasokan pangan dari luar daerah. Sekaligus mencegah stunting lewat program B2SA—Bergizi, Berimbang, Sehat dan Aman,” ujar Sabani.


Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai ketersediaan bahan pangan, tetapi juga menyangkut akses masyarakat terhadap pangan yang cukup, berkualitas, aman dan bergizi.



Sabani merupakan lulusan S-1 Hukum Universitas Bengkulu tahun 2004. Ia mengawali perjalanan kariernya sebagai staf di Kecamatan Batik Nau.


Kariernya kemudian berkembang. Ia pernah dipercaya menduduki sejumlah jabatan, mulai dari Kasubbag Umum, Kasi Kesos, Sekretaris Kecamatan (Sekcam), hingga Camat Batik Nau periode 2018–2024.


Pengalaman panjang di pemerintahan tersebut menjadi bekal bagi Sabani saat dipercaya memimpin Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkulu Utara.

Dalam menjalankan tugasnya, Sabani membawa visi:


“Terwujudnya lembaga yang handal dalam menetapkan ketahanan pangan masyarakat yang berbasis sumberdaya lokal menuju kemandirian pangan untuk kesejahteraan rakyat.”


Visi tersebut diterjemahkan melalui tiga misi utama, yakni:


1. Mewujudkan tata kelola berbasis teknologi informasi.

2. Meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan dan akses pangan.

3. Meningkatkan penganekaragaman serta mutu pangan.

Sementara itu, program prioritas diarahkan pada pengelolaan sumber daya ekonomi pangan, diversifikasi ketahanan pangan, penanganan kerawanan pangan serta pengawasan keamanan pangan.


Selama kepemimpinannya, Dinas Ketahanan Pangan Bengkulu Utara memfokuskan program pada tiga pilar utama.


Pertama, meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan dan diversifikasi pangan.


Kedua, memperkuat cadangan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga.


Ketiga, memperbaiki distribusi bantuan pangan serta memperkuat basis data cadangan pangan.


Sejumlah program pendukung juga terus dijalankan, di antaranya Promosi Pangan B2SA, Rumah Pangan B2SA, penguatan Skor Pola Pangan Harapan (PPH), hingga Program Taman Jagung 2025.



Upaya memperkuat ketahanan pangan juga dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor.

Dinas Ketahanan Pangan menggandeng berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia (BI), Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bulog serta sejumlah OPD terkait.


Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membantu menangani berbagai persoalan daerah, mulai dari stunting, kemiskinan hingga pengendalian inflasi.


Bantuan pangan juga disalurkan kepada masyarakat berdasarkan data penerima yang telah terdata. Di tingkat masyarakat, Dinas turut mendorong pemanfaatan lahan melalui pembagian bibit gratis berupa cabai, terong, tomat dan sawi.


Selain itu, penanaman tanaman kelor juga dilakukan bersama mahasiswa KKN Unihaz sebagai bagian dari upaya mendorong pemanfaatan pangan lokal yang memiliki nilai gizi.



Di tengah tuntutan efisiensi anggaran, Sabani menegaskan seluruh kegiatan di lingkungan Dinas Ketahanan Pangan harus dilaksanakan sesuai ketentuan.


Ia juga meminta jajaran internal, termasuk PPTK, untuk memastikan setiap kegiatan direncanakan dan dilaksanakan secara tertib.


“Melaksanakan kegiatan sesuai aturan dan rapat staf dengan PPTK. Jangan sampai ada penyimpangan di anggaran,” tegasnya.


Menurut Sabani, tata kelola yang baik menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik sekaligus memastikan program ketahanan pangan benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.



Ke depan, Dinas Ketahanan Pangan Bengkulu Utara menargetkan terwujudnya sistem pangan daerah yang mandiri, stabil dan berbasis data.


Penguatan pangan lokal, diversifikasi konsumsi, peningkatan cadangan pangan serta pemanfaatan teknologi melalui SiGAMPANG V2 E-Monitoring diharapkan menjadi bagian penting dalam mencapai target tersebut.


Bagi Sabani, kemandirian pangan bukan sekadar target pemerintah daerah, tetapi kebutuhan strategis agar masyarakat Bengkulu Utara semakin mampu memenuhi kebutuhan pangannya dari potensi yang dimiliki sendiri.


“Kita ingin pangan masyarakat kuat, sumber daya lokal dimanfaatkan, dan Bengkulu Utara tidak terus bergantung pada pasokan dari luar daerah,” menjadi semangat yang diusung dalam pengembangan program ketahanan pangan tersebut.(Ab)

×
Berita Terbaru Update