PALI Ekspres — Program nasional pembangunan cetak sawah yang mendapat dukungan masyarakat kini menjadi sorotan setelah muncul dugaan penyelewengan pupuk di Desa Pengabuan Timur, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir.(PALI) Sumatera Selatan.
Di lokasi cetak sawah Desa Pengabuan Timur, Kecamatan Abab, beredar informasi dari warga bahwa pupuk proyek terlihat berhamburan dan diduga hendak diperjualbelikan. Isu ini turut menyeret dugaan penggunaan kendaraan operasional yang disebut dipakai untuk mengangkut material tersebut, dengan melibatkan oknum KSM.
Media ini mengonfirmasi langsung kepada Ketua KSM, Saputra. Ia menjelaskan bahwa armada KSM dikerahkan setelah menerima laporan masyarakat.
“Mobil itu digunakan untuk mengambil pupuk. Informasinya dari warga Pengabuan Timur, pupuk di lokasi cetak sawah diduga mau dijual. Karena itu saya perintahkan driver armada KSM datang ke lokasi,” ujar Saputra.
Driver armada KSM berinisial E (35), warga Desa Betung Barat, membenarkan dirinya datang ke lokasi atas perintah Ketua KSM. Ia mengaku hanya menjalankan instruksi pimpinan. Namun di lapangan, pupuk tersebut disebut dalam kondisi siap diangkut, sehingga memunculkan dugaan kuat adanya upaya memperjualbelikan material program.
Saputra meminta pihak berwenang segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan fisik dan penghitungan ulang jumlah pupuk yang ada di area cetak sawah Desa Pengabuan Timur.
“Kami berharap instansi terkait datang langsung ke lokasi agar pupuk tersebut bisa dihitung kembali dan semuanya menjadi jelas,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari dinas teknis maupun aparat penegak hukum setempat.(Saparudin)


