Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ribuan Warga PALI Turun ke Jalan, Desak BPJS 40.499 Jiwa Diaktifkan Kembali

Senin, 19 Januari 2026 | Januari 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-19T04:46:52Z

Talang Ubi.PALI Ekspres — Gelombang protes meledak di pusat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Ribuan warga yang tergabung dalam Masyarakat Peduli PALI menggelar aksi demonstrasi menuntut pengaktifan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan bagi 40.499 warga yang dinonaktifkan oleh Pemerintah Kabupaten PALI sejak 1 Januari 2026.


Aksi yang berlangsung di Bundaran Ikan Serandang, Kawasan Simpang Limo, Senin (19/1/2026), diwarnai antusiasme tinggi. Massa yang hadir berasal dari berbagai kalangan, mulai dari bapak-bapak hingga kaum emak-emak, menyuarakan keresahan atas kebijakan yang dinilai menyengsarakan rakyat kecil.


Koordinator Aksi, Abu Rizal, menegaskan bahwa demonstrasi tersebut murni lahir dari jeritan masyarakat.


“Ini aksi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Tuntutan kami jelas: aktifkan kembali BPJS Kesehatan 40.499 warga PALI yang dinonaktifkan Pemkab PALI. Kami mendesak Bupati segera bertanggung jawab,” tegas Abu Rizal di hadapan massa.


Ia menyayangkan, di tengah gelombang protes dan jeritan masyarakat, Bupati PALI Asgianto tidak berada di tempat saat aksi berlangsung.


Nada kritik semakin tajam disampaikan Indra Setia Haris, koordinator aksi lainnya. Ia menilai alasan efisiensi anggaran tidak masuk akal ketika menyangkut hak dasar masyarakat.

“Anggaran daerah hampir Rp1 triliun. Menyisihkan Rp30 miliar saja untuk kesehatan rakyat tidak mau. Ini soal keberpihakan. Saat rakyat PALI sakit, Bupati PALI entah di mana?” serunya lantang.


Aksi semakin emosional ketika Mariana, warga Kecamatan Talang Ubi, maju menyampaikan keluh kesahnya. Dengan suara bergetar dan air mata mengalir, ia mengaku menjadi korban langsung kebijakan tersebut.


“Saya rutin berobat, bahkan harus dirujuk karena sakit gigi. Tapi minggu lalu, saat ke Puskesmas Talang Ubi, saya justru ditolak karena BPJS saya sudah tidak aktif,” ungkap Mariana sambil menangis di tengah kerumunan massa.

Para demonstran menilai kebijakan penonaktifan BPJS Kesehatan ini mencederai rasa keadilan dan bertentangan dengan semangat perlindungan sosial, terutama di sektor kesehatan yang menyangkut nyawa manusia.


Hingga berita ini diterbitkan, aksi masih berlanjut, massa menegaskan akan terus mengawal dan melanjutkan perjuangan, jika tuntutan pengaktifan kembali BPJS Kesehatan bagi puluhan ribu warga PALI tidak segera dipenuhi oleh Pemerintah Kabupaten PALI. (Red)

×
Berita Terbaru Update