Ir. Jeffran Azsyapputra, S.T, : “Tugas kita hanya menjadi baik dan bermanfaat bukan sekadar terlihat baik, apalagi memanfaatkan orang baik. Jangan pernah takut ‘diinjak’ ke bawah, karena justru dari tekanan itulah kita bisa bangkit dan naik ke atas.”_
Lahat PALI Ekspres | Tidak semua pemimpin meninggalkan jejak. Sebagian hanya singgah dalam jabatan, lalu berlalu tanpa kesan. Namun kepergian Ir. Jeffran Azsyapputra, S.T. justru menyisakan ruang kosong yang terasa nyata bukan hanya di lingkungan pemerintahan, tetapi juga di tengah masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Di tengah dinamika birokrasi dan gelombang mutasi aparatur sipil negara (ASN), banyak nama berpindah. Namun dari sekian itu, Jeffran menjadi sosok yang paling menyita perhatian publik.
Bukan tanpa alasan. Jeffran bukan sekadar pejabat. Ia adalah bagian dari denyut pembangunan PALI. Figur di Balik Gerak Infrastruktur Daerah
Kini, Jeffran diketahui mengemban amanah baru sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Lahat, setelah mendapat kepercayaan dari Bupati Lahat, Burza Zarnubi.
Kabupaten Lahat Adalah kabupaten tertua kedua setelah palembang dengan apbd 3.2 triliyun di tahun 2025 yang mana kabupeten tersebut adalah raksasa energi, kabupaten pengasil batubara terbesar di sumsel salah satu penggerak motor utama ekonomi daerah
Kabar. kepindahannya langsung memantik beragam reaksi mulai dari rasa kehilangan hingga penilaian bahwa ini bukan sekadar rotasi administratif biasa.
Selama di PALI, Jeffran dikenal sebagai motor penggerak pembangunan infrastruktur. Jalan antar wilayah terbuka. Akses jalan desa meningkat. Kawasan strategis mulai berkembang.
Kontribusinya tidak hanya membangun fisik, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Yang membuatnya berbeda, semua itu dilakukan tanpa banyak narasi. Hasilnya berbicara sendiri.
Di balik capaian tersebut, Jeffran dikenal dengan gaya kepemimpinan yang terbuka dan komunikatif. Kantornya tidak dibatasi sekat protokol yang kaku. Masyarakat, tokoh pemuda, aktivis, hingga wartawan bisa datang langsung.
“Beliau bukan tipe pejabat yang sulit ditemui. Justru terbuka dan komunikatif,” ujar Nanang, wartawan lokal.
“Di masa beliau, pintu kantor selalu terbuka untuk siapa pun, bahkan hingga malam hari. Semua aspirasi masyarakat didengar tanpa sekat.” ujar Abu Rizal Ketua Umum Aliansi Pemuda Peduli Pali (Ap3).
Pendekatan ini menjadikan Jeffran bukan hanya dihormati, tetapi benar-benar dirasakan kehadirannya. Ia tidak berdiri di atas masyarakat. Ia berjalan di tengah mereka.
Di internal pemerintahan, Jeffran dikenal sebagai sosok loyal dan dekat dengan Bupati PALI terdahulu, Heri Amalindo, yang kerap ia sebut sebagai guru dan panutan.
Sepanjang kariernya di PALI, ia telah menempati berbagai posisi strategis mulai dari Kepala Bidang, Kepala Dinas PU TR, Kepala Dinas Perkim, hingga Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
Keahliannya dalam perencanaan wilayah kota dan pembangunan infrastruktur menjadi pondasi kuat dalam merealisasikan berbagai program pembangunan. Berbagai proyek strategis berhasil diwujudkan mulai dari jalan antar wilayah dan antar kabupaten, jaringan perpipaan, hingga pembangunan gedung-gedung strategis. Meski jarang tampil di permukaan, perannya kerap disebut sebagai kunci di balik keberhasilan tersebut.
Saat dikonfirmasi terkait kepindahannya, Jeffran hanya menjawab singkat “Kebetulan mendapat amanah.” Tulisnya
Kalimat sederhana itu mencerminkan satu hal kerendahan hati, tanpa klaim, tanpa dramatisasi. Hanya fokus pada tanggung jawab.
Kepergian Jeffran meninggalkan dua rasa yang berjalan bersamaan, haru karena sosok yang dekat harus dilepas, dan bangga karena pengabdian itu berlanjut di ruang yang lebih luas.
Namun di balik itu, muncul satu kesadaran yang tidak bisa diabaikan, perannya bukan mudah untuk digantikan. Di tengah perbincangan publik, satu kalimat mencuat dan mewakili banyak suara
“Ini bukan sekadar mutasi. Ini kehilangan.” Setelah meninggalkan PALI, Jeffran menyampaikan pesan yang kini terasa lebih dari sekadar motivasi
“Tugas kita hanya menjadi baik dan bermanfaat bukan sekadar terlihat baik, apalagi memanfaatkan orang baik. Jangan pernah takut ‘diinjak’ ke bawah, karena justru dari tekanan itulah kita bisa bangkit dan naik ke atas.” Tegasnya Selasa pada 21/04/2026.
Pesan itu bukan hanya kata-kata, ia adalah cerminan dari cara ia bekerja. Jejak yang Menjadi Standar, jabatan memang memiliki batas waktu. Namun keteladanan tidak mengenal akhir
Yang ditinggalkan Jeffran bukan hanya kenangan, tetapi juga standar tentang bagaimana seorang pejabat seharusnya bekerja, melayani, dan hadir di tengah masyarakat.
prinsipnya dimanapun berada, diselokan, di tempat berlumpur, di tempat sampah, bahkan di laut terdalampun sekalipun "Emas tetaplah Emas"
Dan hari ini, ketika ia melangkah ke tempat baru, satu hal menjadi jelas PALI tidak hanya melepas seorang pejabat, tetapi PALI melepaskan satu standar.
Selamat beralih tugas, Pak Jeffran. Terima kasih atas pengabdian yang tulus untuk PALI. Semoga di tempat baru selalu diberi kesehatan, kekuatan, dan keberkahan, jabatan memang memiliki batas waktu. Namun keteladanan tidak mengenal akhir.
Dan di PALI, nama Jeffran akan tetap hidup sebagai kenangan, sekaligus standar tentang arti kepemimpinan yang sesungguhnya. (Bj)



