PALI Ekspres | Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-22 Pondok Pesantren Modern Ar-Rozi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menjadi momentum penting yang memperlihatkan sinergi antara pemerintah dan dunia pendidikan pesantren. Kehadiran Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang, bersama Bupati PALI Asgianto mendapat sambutan hangat sekaligus apresiasi dari pimpinan Pondok Pesantren Modern Ar-Rozi.
Apresiasi tersebut disampaikan Pengasuh sekaligus Mudir Pondok Pesantren Modern Ar-Rozi, Ustadz Sutan Syahrir, melalui juru bicara Wakil Gubernur Sumsel, Firdaus Hasbullah, SH, MH, yang juga Wakil Ketua DPRD PALI, usai rangkaian kegiatan yang berlangsung pada Kamis (9/7/2026).
Menurut Firdaus, kehadiran langsung Wakil Gubernur Sumsel tidak sekadar memenuhi undangan seremonial, tetapi menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam memberikan perhatian terhadap perkembangan pondok pesantren sebagai pilar pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter dan religius.
"Beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Bapak Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang yang telah hadir secara langsung dalam rangkaian Harlah ke-22 Pondok Pesantren Modern Ar-Rozi. Kehadiran ini menjadi motivasi dan semangat bagi seluruh keluarga besar pesantren," ujar Firdaus.
Ia menjelaskan, Pondok Pesantren Modern Ar-Rozi yang berdiri sejak 16 April 2004 kini telah berkembang menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam terbesar di Kabupaten PALI. Selama lebih dari dua dekade, pesantren tersebut konsisten mencetak generasi yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga mampu berprestasi di berbagai bidang.
Berbagai capaian santri Ar-Rozi di tingkat provinsi maupun nasional menjadi bukti bahwa pesantren mampu melahirkan sumber daya manusia yang kompetitif tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
"Ar-Rozi bukan hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga berhasil melahirkan santri-santri berprestasi yang mampu bersaing di berbagai kompetisi. Ini menjadi kebanggaan masyarakat PALI dan Sumatera Selatan," katanya.
Firdaus menambahkan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus menunjukkan keberpihakannya terhadap dunia pesantren melalui berbagai kebijakan strategis. Salah satunya dengan menghadirkan regulasi yang memberikan kepastian dan dukungan bagi penyelenggaraan pendidikan pesantren.
Menurutnya, selain telah memiliki Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Pesantren, Pemprov Sumsel juga menerbitkan Peraturan Gubernur Sumatera Selatan Nomor 37 Tahun 2021 sebagai landasan dalam mendukung eksistensi dan pengembangan pondok pesantren di seluruh wilayah Sumatera Selatan.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai program pembinaan, peningkatan kualitas pendidikan, bantuan operasional, hingga pemberian penghargaan kepada pesantren yang mampu menunjukkan prestasi.
Firdaus menilai perhatian yang diberikan Cik Ujang mencerminkan komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dengan tetap berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Pada kesempatan yang sama, Cik Ujang juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten PALI di bawah kepemimpinan Bupati Asgianto yang dinilai terus berupaya memperkuat sektor pendidikan, baik pendidikan formal maupun pendidikan keagamaan.
Salah satu program yang mendapat perhatian khusus adalah Program Buta Aksara Al-Qur'an yang telah lama dijalankan Pemerintah Kabupaten PALI. Program tersebut dinilai selaras dengan upaya membangun masyarakat yang religius sekaligus meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur'an di tengah masyarakat.
"Beliau mengapresiasi Program Buta Aksara Al-Qur'an yang telah lama dijalankan di Kabupaten PALI. Program ini sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia yang religius serta menjadi contoh sinergi yang baik antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten," jelas Firdaus.
Peringatan Harlah ke-22 Pondok Pesantren Modern Ar-Rozi berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Acara tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh agama, para santri, alumni, serta masyarakat yang bersama-sama merayakan perjalanan panjang Ar-Rozi dalam mencetak generasi Islam yang berilmu, berakhlak mulia, dan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional. (Jes)




