PALI Ekspres | Warga Desa Benuang menolak pembangunan cor beton jalan Talang Kampai. Penolakan terjadi karena Pemkab PALI hanya menganggarkan 152 meter saja, padahal ruas jalan yang rusak sepanjang 1.100 meter. Menurut warga, Pemkab PALI tidak serius menyelesaikan persoalan jalan rusak. Bahkan terkesan mempermainkan aspirasi warga.
Jalan Talang Kampai sendiri sempat menjadi perbincangan publik setelah video guru yang mengajar disana jatuh bangun daei sepeda motor saat pergi mengajar ke dusun tersebut. Usai video tersebut viral, Bupati PALI Asgianto langsung menyatakan akan membangun jalan tersebut dengan cor beton.
"Inilah yang membuat kami kecewa. Setelah viral, barulah Pemkab PALI berniat membangun jalan. Tapi kenyataannya hanya 152 meter saja. Padahal ruas jalan yang rusak 1.100 meter. Ini jelas tidak menyelesaikan masalah" tegas Indra Setia Haris, tokoh masyarakat desa Benuang kepada media ini, Selasa (14/07/2026).
Menurut Indra, walaupun jalan tersebut dicor beton 152 meter, warga Talang Kampai tetap kesulitan melintas. Para pelajar SMP dan SMA tidak bisa berangkat sekolah dan para guru tidak bisa mengajar di SDN 43 Talang Ubi.
"Buat apa di cor, jika warga masih kesulitan melintas. Mending gak usah sama sekali" tambah Indra, yang juga dikenal sebagai tokoh kritis terhadap kebijakan pemerintah.
Indra juga menjelaskan, Pemkab PALI tidak bisa menjadikan keterbatasan anggaran sebagai alasan. Mengingat disaat yang sama Pemkab PALI juga menganggarkan pakaian dinas gratis untuk ASN sebesar Rp 3,8 Milyar dan anggaran sewa mobil dinas sebesar Rp 4,8 Milyar.
"Dari dua anggaran ini saja kalau dijumlahkan sebesar Rp 8,6 Milyar. Padahal bukan kebutuhan mendesak dan jauh dari kepentingan rakyat" kata Indra.
"Kalau Pemkab PALI memang serius memikirkan penderitaan rakyat, seharusnya perbaikan jalan Talang Kampai menjadi prioritas utama. Bukan pakaian dinas ASN apalagi mobil dinas" sambungnya.
Lebih mirisnya lagi, Talang Kampai adalah dusun penghasil migas terbesar di Kabupaten PALI. Tidak kurang 60% produksi migas PT Pertamina Adera mengandalkan sumur-sumur minyak di daerah Talang Kampai.
"Dana Bagi Hasil Migas PALI itu mayoritas berasal dari produksi minyak dan gas yang diambil dari tanah Talang Kampai. Mosok sekedar mengecor jalan kesana saja bupatinya pelit? Punya nurani gak sih?" Sindirnya.
Atas dasar tersebut, Indra mendesak Pemkab PALI untuk menambah jalan cor menjadi 1.100 meter atau tidak membangunnya sama sekali.
"Daripada di cor tapi tidak menyelesaikan masalah dan warga tetap tidak bisa melintas, mending gak usah dibangun sama sekali" pungkasnya. (Red)


