Notification

×

Indeks Berita

Tag Terpopuler

KRAN KERING, TAGIHAN JALAN! PDAM PALI Dihantam Keluhan

Senin, 07 September 2026 | September 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-07T08:30:46Z

PALI Ekspres. Talang Ubi  |  Pelayanan PDAM Tirta PALI Anugrah kembali dihantam keluhan pelanggan. Warga Talang Ubi mengaku kesulitan mendapatkan air bersih. Kalaupun mengalir, debitnya disebut sangat kecil dan hanya berlangsung sebentar.


Kondisi ini membuat pelanggan mempertanyakan keseriusan PDAM dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.


Nil, warga Talang Subur, Kelurahan Talang Ubi Selatan, mengaku harus terjaga sejak dini hari demi menunggu air mengalir.


“Kami dari jam 1 dini hari menunggu aliran air zona 2. Baru sekitar jam 5 subuh mengalir, itu pun sangat kecil dan tidak lama,” ungkap Nil, Senin (7/9/2026).


Menurutnya, kondisi tersebut semakin parah dalam beberapa pekan terakhir. Padahal, pembayaran rekening tetap dilakukan tepat waktu.


“Kami tidak pernah telat bayar. Kalau seperti ini, jangan untuk kebutuhan sehari-hari, air yang didapat hari ini cukup untuk mandi satu hari saja,” tegasnya.


Keluhan lebih parah disampaikan Ev, warga Talang Ubi Bawah yang berada di zona 3. Ia mengaku persoalan suplai sudah berlangsung berbulan-bulan.


“Setiap giliran air, tidak pernah naik sama sekali. Jangan dapat air, hembusan anginnya pun tidak sampai ke rumah kami. Kalau dihitung mungkin sudah lima bulan,” ujarnya.


Keluhan serupa juga bermunculan di media sosial PDAM. Sejumlah pelanggan mengaku belum mendapatkan air sama sekali.


“Belum ngalir air kami, baru anginnya,” tulis akun Desti.


Akun Firdaus juga mengeluhkan tidak adanya suplai sejak beberapa hari sebelumnya, sementara akun Ida Joko meminta bantuan karena hingga menjelang subuh air belum mengalir.


Rentetan keluhan tersebut menunjukkan persoalan distribusi air diduga bukan dialami satu-dua pelanggan.


Sebelumnya, informasi yang dihimpun menyebut adanya pipa PDAM yang pecah atau mengalami kebocoran di kawasan Jalan Sebadak, Talang Ubi. Gangguan tersebut disebut berdampak terhadap distribusi air.


Namun, ketika aliran kembali berjalan, warga justru mengeluhkan tekanan air yang sangat kecil dan durasi distribusi yang singkat.


Pertanyaannya kini sederhana: ke mana air pelanggan?


Jika persoalannya teknis, masyarakat berhak mengetahui penyebabnya. Apakah karena debit sumber air, kebocoran jaringan, pompa, tekanan distribusi, atau persoalan lainnya?


Sebab pelanggan sudah menjalankan kewajibannya dengan membayar rekening. PDAM pun memiliki kewajiban untuk memastikan pelayanan air bersih benar-benar sampai ke rumah pelanggan secara layak dan teratur.


Upaya konfirmasi kepada Erwin, petugas lapangan PDAM Tirta PALI Anugrah, melalui WhatsApp belum mendapat respons hingga berita ini diterbitkan. Konfirmasi kepada Maherdiansyah Putra, salah satu admin Grup PDAM Tirta PALI Anugrah, juga belum mendapatkan tanggapan.


Jangan sampai pelanggan rutin menerima tagihan, tetapi yang keluar dari keran justru angin.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak PDAM Tirta PALI Anugrah masih diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi dan menjelaskan persoalan distribusi air yang dikeluhkan masyarakat tersebut.(Sen)

×
Berita Terbaru Update