Notification

×

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mahasiswa Jabodetabek Bedah Setahun Kepemimpinan Asgianto–Iwan di PALI, Ini Catatan Kritisnya

Sabtu, 21 Februari 2026 | Februari 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-21T15:52:54Z

PALI Ekspres |  Memasuki satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), kinerja pemerintah daerah mendapat sorotan dari mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa PALI (Formapali) Jabodetabek. 


Dalam diskusi evaluatif yang digelar Jumat 20/2/2026, mereka menyampaikan apresiasi sekaligus kritik konstruktif terhadap jalannya pemerintahan.


Evaluasi tersebut ditujukan kepada Bupati PALI, Asgianto, dan Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji, sebagai bentuk partisipasi aktif generasi muda dalam mengawal tata kelola pemerintahan daerah.


Diskusi yang diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi itu menghasilkan sejumlah catatan positif. Mahasiswa mengapresiasi peningkatan pembangunan infrastruktur dasar, perbaikan layanan administrasi publik, serta dukungan awal terhadap pelaku UMKM dan kegiatan sosial kemasyarakatan.


Upaya tersebut dinilai mulai berdampak pada konektivitas wilayah dan kemudahan pelayanan bagi masyarakat.


“Kami menghargai capaian selama satu tahun terakhir. Ada progres nyata di sektor infrastruktur dan layanan publik,” ungkap salah satu perwakilan mahasiswa dalam forum.


Namun demikian, Formapali menilai masih terdapat pekerjaan rumah yang perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Beberapa isu utama yang disoroti antara lain:


.Terbatasnya lapangan kerja bagi pemuda lokal

.Minimnya pelatihan pengembangan keterampilan

.Belum optimalnya transparansi anggaran

.Perlunya penguatan sistem meritokrasi dalam penempatan jabatan ASN

.Kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan rakyat


Koordinator Formapali Jabodetabek, Ulin Puspa, menegaskan bahwa evaluasi ini bukan sekadar kritik, melainkan bagian dari tanggung jawab moral mahasiswa sebagai masyarakat sipil.


“Evaluasi ini adalah bentuk tanggung jawab moral mahasiswa. Pembangunan tidak boleh hanya berorientasi fisik, tetapi juga harus memperkuat kualitas SDM dan tata kelola pemerintahan,” ujarnya.


Dalam forum tersebut, mahasiswa turut mengajukan sejumlah rekomendasi strategis, yakni

1.Program kewirausahaan dan pelatihan kerja bagi pemuda

2.Digitalisasi UMKM berbasis inovasi lokal

3.Penerapan sistem merit dalam seleksi dan promosi ASN

4.Publikasi laporan kinerja pemerintah secara berkala

5.Pembentukan forum dialog rutin antara pemerintah daerah dan mahasiswa

6.Pembentukan ruang inovasi kreatif sebagai wadah kolaborasi pemuda

7.Peningkatan dukungan terhadap sektor pendidikan dan kesehatan


Forum diskusi yang berlangsung hangat dan interaktif itu dihadiri perwakilan organisasi mahasiswa, aktivis pemuda, dan akademisi. Di akhir kegiatan, peserta menyatakan komitmen untuk terus mengawal kebijakan pemerintah daerah agar lebih responsif, transparan, dan inklusif.


Formapali Jabodetabek menegaskan posisinya sebagai mitra kritis pemerintah daerah, bukan oposisi, seraya berharap hasil evaluasi ini menjadi bahan refleksi dalam merumuskan kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan masyarakat Kabupaten PALI ke depan. (Red)

×
Berita Terbaru Update