Notification

×

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sampah Menggunung di Jalan Umum, Kinerja DLH PALI Disorot Tajam

Sabtu, 07 Februari 2026 | Februari 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-07T11:42:28Z

PALI Ekspres – Arahan tegas Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan persoalan sampah dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, tampaknya belum memberi dampak nyata di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).


Alih-alih menunjukkan keseriusan, Pemerintah Kabupaten PALI melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) justru dinilai masih abai. Fakta di lapangan memperlihatkan persoalan sampah belum tertangani dengan baik, bahkan tempat pembuangan sampah liar masih bebas bermunculan di pinggir jalan umum.


Dari pantauan wartawan di sejumlah titik, sampah berserakan di pinggir jalan Desa Air Itam, Kecamatan Penukal. Ironisnya, tumpukan sampah tersebut meluber hingga ke badan jalan dan membahayakan pengguna jalan. Sementara itu, fasilitas tempat pembuangan sampah yang sebelumnya disiapkan oleh dinas terkait justru tampak tidak terawat dan terkesan ditelantarkan.


Kondisi serupa juga ditemukan di Desa Tempirai Selatan, tepatnya di ruas jalan menuju Kantor Camat Penukal Utara. Sampah rumah tangga dibuang sembarangan di pinggir jalan, menimbulkan bau menyengat dan merusak wajah lingkungan.


Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai komitmen dan kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PALI dalam menindaklanjuti arahan Presiden. Jika persoalan mendasar seperti pengelolaan sampah saja tak mampu ditangani secara konsisten, maka wajar publik meragukan keseriusan pemerintah daerah dalam menjalankan program lingkungan yang berkelanjutan.


Lebih jauh, pembiaran terhadap tempat pembuangan sampah liar berpotensi melanggar regulasi lingkungan hidup serta membahayakan kesehatan masyarakat. Sampah yang menumpuk dan tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber penyakit, mencemari lingkungan, serta menimbulkan dampak jangka panjang yang merugikan masyarakat PALI sendiri.


“Ini jelas mengganggu kenyamanan dan estetika. Bau sampah sangat menyengat, apalagi bagi pengendara yang setiap hari melintas,” ujar Mar, warga PALI, Jumat (6/2/2026) sore.


Ia menilai pemerintah daerah tidak serius menangani persoalan sampah. Menurutnya, hampir tidak pernah terlihat armada pengangkut sampah yang membersihkan tumpukan sampah di lokasi tersebut.


“Kalau dibiarkan terus, ini akan jadi masalah lingkungan yang lebih besar. Kami berharap Pemkab PALI benar-benar serius, bukan hanya wacana,” tegasnya.


Masalah pengelolaan sampah di PALI juga sebelumnya disorot di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kelurahan Handayani Mulia, Kecamatan Talang Ubi. Sampah dilaporkan menumpuk di badan jalan menuju TPA dan tidak langsung dimasukkan ke dalam area pembuangan sebagaimana mestinya. Parahnya lagi, terdapat satu unit alat berat di lokasi TPA yang disebut tidak beroperasi selama hampir dua minggu, sehingga memperparah penumpukan sampah.


“Sudah hampir dua minggu sampah ini menumpuk di jalan. Alat berat tidak jalan,” ungkap Joni, seorang mencari barang bekas untuk di jual yang ditemui di lokasi.


Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar terhadap kinerja dan komitmen DLH PALI dalam menjalankan tugas pokoknya. Jika persoalan mendasar seperti sampah saja tak mampu ditangani secara serius, maka wajar jika publik mempertanyakan efektivitas pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten PALI.(Dewa)

×
Berita Terbaru Update