PALI Ekspres | Momen Hari Raya Idul Fitri tahun ini terasa berbeda di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Untuk pertama kalinya, seorang pejabat tinggi daerah memilih merayakan Lebaran di wilayah pedesaan, bukan di pusat kota.
Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji, SH. dijadwalkan melaksanakan Salat Idul Fitri bersama masyarakat di Lapangan Haji Ujang, Desa Tempirai, Kecamatan Penukal Utara. Keputusan ini dinilai sebagai langkah simbolis yang menunjukkan kedekatan pemimpin dengan masyarakat akar rumput.
Alih-alih merayakan hari besar keagamaan di tengah fasilitas kota, Iwan Tuaji justru memilih kembali ke desa dan menyatu bersama warga.
“Tempirai ini sudah seperti kampung halaman saya sendiri. Ada ikatan emosional dengan masyarakat di sini. Karena itu, saya ingin merayakan Idul Fitri dan melaksanakan Salat Ied di Tempirai,” ujar Iwan Tuaji.
Kabar rencana kehadiran orang nomor dua di PALI itu langsung disambut antusias oleh warga. Bagi masyarakat Desa Tempirai, momentum ini menjadi kebanggaan tersendiri.
Mat, warga Tempirai Induk, mengaku terharu sekaligus bangga dengan sikap sederhana sang wakil bupati.
“Ini bukti Pak Iwan peduli dengan rakyat kecil. Beliau mau datang langsung ke desa dan merayakan Lebaran bersama kami. Walaupun masih rencana, kami sudah merasa bangga,” ungkapnya.
Ia juga menilai kepedulian Iwan Tuaji bukan sekadar pencitraan. Menurutnya, wakil bupati tersebut dikenal konsisten hadir di tengah masyarakat, terutama saat muncul persoalan publik.
“Waktu masyarakat menuntut pengaktifan BPJS, beliau yang paling depan mendengarkan. Bahkan turun langsung menemui warga yang demo. Itu yang membuat kami percaya,” tambahnya.
Selain itu, dalam berbagai kesempatan, Iwan Tuaji juga aktif mengunjungi fasilitas kesehatan serta berdialog langsung dengan masyarakat.
Kedekatan tersebut sebelumnya juga terlihat saat kegiatan Safari Ramadan di Tempirai. Kedatangannya kala itu disambut meriah, bahkan warga menampilkan tarian sakral sebagai bentuk penghormatan.
Bagi masyarakat Tempirai, kehadiran Iwan Tuaji bukan sekadar pejabat, melainkan sosok pemimpin yang benar-benar hadir dan peduli terhadap rakyat pedesaan.(Red)


