Notification

×

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Di Bawah Langit Gelumbang, Cik Ujang Membaur Bersama Ribuan Jamaah

Minggu, 10 Mei 2026 | Mei 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-10T10:45:52Z

MUARA ENIM. PALI Ekspres  | Langit Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim, Minggu (10/5/2026), tampak teduh ketika ribuan jamaah mulai memadati halaman Pondok Pesantren Hidayatul Muttadiin Sigam. Dari berbagai penjuru, masyarakat datang mengenakan pakaian muslim terbaik mereka. Sebagian duduk bersila di atas hamparan tikar, sebagian lagi berdiri di pinggir halaman demi menyaksikan langsung Pengajian Akbar dalam rangka Harlah ke-10 pondok pesantren tersebut.


Di tengah kerumunan itu, hadir Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang. Kehadirannya langsung disambut hangat masyarakat. Tidak sedikit warga yang berebut menyalami dan mengabadikan momen bersama orang nomor dua di Sumsel tersebut.


Namun siang itu, suasana terasa lebih dari sekadar agenda pemerintahan. Di bawah suara lantunan ayat suci dan tausiah para ulama, tampak sebuah kedekatan yang mengalir sederhana antara pemimpin, ulama, dan masyarakat.


Cik Ujang terlihat beberapa kali berbincang akrab dengan tokoh agama dan masyarakat sekitar. Sesekali ia tersenyum sambil melayani sapaan warga yang memanggil namanya dari tengah kerumunan jamaah.


Bagi masyarakat yang hadir, momen seperti itu menjadi gambaran bahwa hubungan antara pemerintah dan rakyat tidak selalu harus dibatasi formalitas protokoler.


Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah, SH, MH yang turut mendampingi Cik Ujang menilai, kehadiran Wakil Gubernur Sumsel itu membawa pesan penting tentang kebersamaan dan nilai spiritual dalam pembangunan daerah.


“Ulama dan umaro harus berjalan beriringan. Pemerintah membutuhkan nasihat, doa, serta kesejukan para ulama agar pembangunan yang dijalankan tidak hanya membawa kemajuan secara fisik, tetapi juga menghadirkan keberkahan bagi masyarakat,” ujarnya.


Di tengah suasana pengajian yang berlangsung khidmat, Firdaus juga menyinggung pentingnya peran pondok pesantren dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, pesantren bukan hanya tempat belajar ilmu agama, tetapi juga ruang pembentukan akhlak dan semangat persatuan.


Harlah ke-10 Pondok Pesantren Hidayatul Muttadiin Sigam pun menjadi lebih dari sekadar perayaan ulang tahun lembaga pendidikan. Acara itu berubah menjadi ruang silaturahmi besar antara pemerintah, ulama, dan masyarakat.


Di sela lantunan doa yang menggema hingga ke luar halaman pesantren, masyarakat tampak khusyuk mengikuti setiap rangkaian acara. Anak-anak duduk berdampingan dengan orang tua mereka, sementara para santri sibuk membantu jalannya kegiatan.


Pengajian akbar itu menjadi potret sederhana tentang wajah Sumatera Selatan yang masih menjaga nilai religius dan kebersamaan sebagai bagian penting kehidupan sosial masyarakatnya.


Di tengah perkembangan zaman yang terus bergerak cepat, suasana di Pondok Pesantren Hidayatul Muttadiin Sigam siang itu seperti mengingatkan, bahwa kedekatan pemimpin dengan rakyat dan ulama tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.

×
Berita Terbaru Update