PALI Ekspres | Lebih dari beberapa pekan, air dari PDAM Tirta Serepat Serasan disebut tak lagi mengalir normal ke rumah-rumah warga. Aktivitas sederhana seperti memasak, mencuci, hingga mandi berubah menjadi pekerjaan yang penuh antrean dan kecemasan.
Keluhan demi keluhan pun bermunculan. Warga terpaksa mencari sumber air alternatif, membeli air, atau menumpang ke rumah keluarga. Ironisnya, di tengah kondisi itu, tagihan air tetap berjalan seperti biasa.
Situasi tersebut mendapat sorotan keras dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten PALI, Firdaus Hasbullah. Ia mengaku menerima banyak laporan masyarakat terkait matinya aliran air PDAM dalam waktu yang cukup lama.
“Air adalah kebutuhan dasar masyarakat. Mereka tetap membayar tagihan, tetapi hak mereka untuk mendapatkan pelayanan air bersih tidak terpenuhi,” tegas Firdaus dalam pernyataannya, Senin (11/05/2026)
Menurutnya, persoalan ini tidak bisa dianggap sebagai gangguan biasa. Ketika masyarakat kesulitan air selama berpekan-pekan, maka yang terganggu bukan hanya kenyamanan, tetapi juga aktivitas ekonomi rumah tangga hingga kesehatan warga.
Firdaus pun menyatakan sikap tegas terhadap kondisi tersebut. Ia mendesak PDAM Tirta Serepat Serasan segera memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat mengenai penyebab gangguan, target penyelesaian, hingga langkah darurat yang dilakukan.
Ia juga meminta agar PDAM tidak membiarkan warga menghadapi persoalan ini sendirian. Distribusi bantuan air bersih menggunakan mobil tangki dinilai menjadi solusi sementara yang harus segera dijalankan.
Tak hanya itu, Firdaus menilai pelanggan berhak mendapatkan kompensasi atas buruknya pelayanan yang diterima. Bentuk kompensasi bisa berupa pemotongan tagihan bahkan pembebasan pembayaran selama satu hingga dua bulan ke depan bagi pelanggan terdampak.
“Tidak adil kalau masyarakat tetap membayar penuh untuk pelayanan yang tidak mereka terima,” ujarnya.
Sorotan juga diarahkan kepada Pemerintah Kabupaten PALI. Firdaus meminta Pemkab melalui Dinas PUPR dan Bagian Perekonomian segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja PDAM agar persoalan serupa tidak terus berulang.
Di tengah teriknya cuaca dan kebutuhan air yang terus meningkat setiap hari, masyarakat kini hanya berharap satu hal sederhana: keran di rumah mereka kembali mengalir (In)


