Notification

×

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Limbah Dapur SPPG MBG di PALI Dikeluhkan Warga, Khawatir Undang Penyakit

Sabtu, 18 Juli 2026 | Juli 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-18T09:38:31Z

PALI Ekspres| Bau busuk yang diduga berasal dari limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Air Itam Timur, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, menjadi sorotan dan keluhan warga.


limbah tersebut terlihat mengalir ke saluran drainase di depan dapur. Di dalam saluran tampak sisa-sisa makanan yang diduga berasal dari aktivitas dapur, sehingga memicu kekhawatiran warga terhadap kebersihan lingkungan dan potensi pencemaran apabila tidak segera ditangani


Program Makan Bergizi Gratis seharusnya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Namun, pelaksanaannya juga harus diimbangi dengan pengelolaan limbah dan kebersihan lingkungan yang baik agar tidak menimbulkan dampak bagi warga sekitar


Menurut keterangan warga yang kerap melintas di depan dapur SPPG, bau busuk dari limbah tersebut mengganggu kenyamanan. Warga juga menilai kebersihan di sekitar lokasi kurang terjaga dan dikhawatirkan dapat menjadi sarang nyamuk penyebab demam berdarah (DBD).


"Saya sering melintas di sini, baunya sangat menyengat. Kemungkinan berasal dari limbah dapur SPPG yang mengalir ke drainase. Kami berharap kebersihan lebih diperhatikan agar tidak menimbulkan penyakit atau menjadi sarang nyamuk," kata salah seorang warga yang enggan namanya di publikasikan. Pada Sabtu (18/07/2026).


Warga yang enggan di sebutkan namanya tersebut berharap pengelola SPPG MBG tidak mengabaikan persoalan tersebut. Mereka meminta limbah dikelola sesuai ketentuan dan saluran drainase dibersihkan secara rutin agar tidak mengganggu lingkungan maupun kesehatan masyarakat sekitar.


"Saya tidak bisa membayangkan bagaimana warga yang tinggal di sekitar dapur harus mencium bau seperti ini setiap hari. Saat saya melintas saja, baunya sudah menyengat hingga membuat saya harus menutup hidung dan mulut. Kami berharap pengelola SPPG MBG tidak mengabaikan kebersihan," ujar warga.


Selain dia mendesak pengelola SPPG MBG serta instansi terkait segera turun tangan melakukan pemeriksaan. Mereka berharap persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut dan segera ada langkah konkret agar bau menyengat tidak lagi mengganggu warga.


Sementara itu, pihak SPPG MBG hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan warga tersebut. Upaya konfirmasi kepada pihak terkait masih dilakukan guna mendapatkan informasi yang berimbang.(Dewa)

×
Berita Terbaru Update