Talang Ubi, PALI Ekspres | Gemuruh karnaval HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia telah usai. Peserta berangsur meninggalkan jalanan, warga kembali ke rumah, dan kemeriahan pun perlahan reda.
Namun, ketika sebagian masyarakat mulai beristirahat, pekerjaan justru baru dimulai bagi Pasukan Orange Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Usai karnaval yang berlangsung Selasa (18/8/2026), sejumlah ruas jalan yang menjadi pusat dan rute kegiatan sempat dipenuhi sampah sisa kemeriahan. Botol plastik, kemasan makanan hingga berbagai sampah lainnya berserakan di sejumlah titik.
Pasukan Orange DLH PALI langsung bergerak cepat. Mereka menyisir ruas jalan, mengumpulkan sampah, mengangkutnya dan membersihkan titik-titik yang sebelumnya dipadati masyarakat.
Hanya dalam hitungan jam, wajah jalanan kembali bersih. Ruas yang sebelumnya penuh sisa aktivitas karnaval kembali nyaman dilalui masyarakat.
Di balik meriahnya perayaan kemerdekaan, ada para pekerja yang memilih berada di belakang layar. Mereka tidak berdiri di panggung, tidak ikut menerima tepuk tangan, tetapi memastikan pesta yang dinikmati masyarakat tidak meninggalkan persoalan kebersihan.
Salah seorang tenaga kebersihan DLH PALI yang ditemui PALI Ekspres, Rabu (19/8/2026), meminta namanya tidak dipublikasikan.
Ia mengatakan, membersihkan sampah setelah kegiatan merupakan bagian dari tanggung jawab yang harus dilakukan dengan sepenuh hati.
“Ini sudah tanggung jawab kami. Setelah kegiatan karnaval selesai sore kemarin, kami sudah melakukan pembersihan. Selain menjadi tanggung jawab kami, kepala dinas juga sudah mewanti-wanti sejak awal agar tidak terjadi penumpukan sampah yang mengganggu kepentingan umum,” ujarnya.
Sejumlah masyarakat menilai, suksesnya sebuah kegiatan bukan hanya diukur dari kemeriahan saat acara berlangsung, tetapi juga dari kondisi lingkungan setelah acara berakhir.
“Ketika kita menikmati kemeriahan karnaval, mereka justru sibuk memungut sisa-sisa kemeriahannya. Saat kita pulang membawa cerita tentang perayaan, mereka pulang membawa lelah,” ujar seorang warga di kawasan Simpang Lima.
Warga lainnya menilai kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan juga harus ditingkatkan.
“Kita patut berterima kasih kepada petugas kebersihan. Tapi masyarakat juga harus sadar, jangan membuang sampah sembarangan. Petugas kebersihan bukan tempat untuk melempar semua tanggung jawab kita,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PALI, Aryansyah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran DLH yang telah bekerja maksimal dalam menjaga kebersihan, termasuk hingga malam hari setelah kegiatan berakhir.
Menurutnya, dedikasi para petugas kebersihan menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan, terutama setelah kegiatan yang melibatkan ribuan masyarakat.
Kerja cepat Pasukan Orange DLH PALI sekaligus menjadi gambaran bahwa menjaga wajah sebuah daerah bukan hanya soal membangun dan menggelar kegiatan besar. Ada pekerjaan penting yang harus dilakukan setelah pesta selesai, memastikan lingkungan kembali bersih.
Memungut sampah satu per satu. Membersihkan jalan. Mengangkut sisa-sisa kemeriahan. Mungkin tidak banyak yang melihat perjuangan mereka. Mungkin tidak ada tepuk tangan ketika pekerjaan selesai.
Tetapi dari tangan merekalah, wajah bersih PALI kembali terlihat keesokan harinya. Karena di balik pesta yang meriah, selalu ada mereka yang bekerja dalam senyap agar kota tetap nyaman setelah pesta berakhir. (Jes)





