Notification

×

Indeks Berita

Tag Terpopuler

"Soroti Perpres Ojol" 3 Serikat Harus Bersatu

Senin, 26 Oktober 2026 | Oktober 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-26T02:59:20Z

Pelikson.S.H ( direktur YFAS dan Pembina SePOI )


Jakarta.Paliekspres.com | Pembina Serikat Pengemudi Online Indonesia  Pelixson.S.H memberikan sambutan penting dalam perayaan HUT Ke-2 SePOI di Gedung SAS Menteng, Pasar Manggis, Setiabudi, Minggu (25/10/2026). 


Acara dengan agenda spesial santunan anak yatim pengemudi online ini dihadiri pengurus DPC Timur, Selatan, Barat, Tangerang dan Tangerang Selatan.


Dalam sambutannya, Pelikson.S.H, mengapresiasi Ketua Pelaksana HUT Ke-2 Edi Waluyo dan seluruh panitia yang telah bekerja keras mensukseskan acara meski persiapan singkat.


"Selamat memperingati hari ulang tahun yang kedua kepada seluruh anggota se-Indonesia. Dua tahun sebenarnya masih muda, tetapi soal per-ojolan ini sudah belasan tahun. Kehadiran organisasi ini adalah kesadaran dari teman-teman yang ada di basis, di komunitas untuk memperjuangkan yang lebih besar lagi yaitu soal kesejahteraan," ujarnya.


Poin krusial yang disoroti adalah soal Peraturan Presiden (Perpres) terkait ojek online. Menurutnya, Perpres yang dijanjikan hingga Mei lalu justru dikeluarkan oleh pihak yang tidak berwenang dan isinya tidak menjawab persoalan.


"Seperti kawan-kawan ketahui sebenarnya dijanjikan hingga Mei, tetapi ini dikeluarkan oleh orang yang tidak berwenang sebenarnya. Produknya presiden. Saya prediksi pasti ini tidak akan menjawab persoalan ojol di Indonesia. Isinya memang tidak ada yang menjawab persoalan ojol yang selama ini disuarakan," tegasnya.


Meski demikian, ia menekankan sudah ada regulasi yang mengatur dan yang terpenting saat ini adalah persatuan antar serikat pekerja. Ia mencatat ada tiga organisasi dengan platform dan ideologi yang sama yang harus bersatu.


YFAS telah memfasilitasi penuh berdirinya SePOI, mulai dari administrasi AD/ART, penguatan komunitas/basecamp rutin, pendidikan keorganisasian, kepemimpinan hingga paralegal.


"Kami juga memfasilitasi aksi setiap 20 Mei sebagai hari kebangkitan ojol dan mendesak pembuat undang-undang untuk mengagendakan RUU perlindungan pengemudi online," kata Pelik.


Ia mengapresiasi suksesnya santunan anak yatim dan kehadiran serikat pekerja transportasi lain seperti SPITA, Pultim dan SPEED dalam acara tersebut sebagai langkah bersama menggolkan RUU transportasi online.


Acara dilanjutkan dengan potong tumpeng syukuran dan santunan kepada puluhan anak yatim dari keluarga pengemudi online yang duduk lesehan di aula. Suasana haru terlihat saat anak-anak menerima bingkisan. ( ines )

×
Berita Terbaru Update