Notification

×

Indeks Berita

Tag Terpopuler

AP3 Soroti Prioritas dan Etika, Fasilitas Negara jadi Arena Tamiya

Kamis, 19 Februari 2026 | Februari 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-19T11:00:09Z
PALI Ekspres — Penggunaan pendopoan rumah dinas Bupati di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sebagai arena lomba mobil Tamiya dalam beberapa pekan terakhir menuai kritik dari kalangan pemuda. Fasilitas negara yang semestinya menjadi ruang kegiatan resmi pemerintahan dan pelayanan publik itu dinilai telah bergeser fungsi menjadi tempat aktivitas hobi.

Ketua Umum Aliansi Pemuda Peduli PALI (AP3), Abu Rizal, S.Ag., secara tegas menyebut kondisi tersebut sebagai bentuk ketidakpekaan kepala daerah terhadap situasi dan kebutuhan masyarakat.

“Pendopoan itu dibangun dari uang rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi atau sekadar wadah hiburan. Jika benar digunakan berulang kali untuk lomba Tamiya, ini mencerminkan lemahnya sense of crisis seorang kepala daerah,” ujar Abu Rizal.

Menurutnya, di tengah berbagai persoalan daerah yang belum terselesaikan mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, hingga persoalan kesejahteraan masyarakat bupati seharusnya menunjukkan keseriusan dalam bekerja, bukan justru memberi ruang pada kegiatan yang tidak memiliki urgensi publik.

“Rakyat memilih bupati untuk bekerja, bukan untuk bermain. Ketika masih banyak jalan rusak, pelayanan yang perlu ditingkatkan, dan program pembangunan yang belum maksimal, kegiatan seperti ini jelas tidak menunjukkan prioritas yang tepat,” tegasnya.

Ia juga menilai bahwa rumah dinas bukan sekadar tempat tinggal, melainkan simbol jabatan dan tanggung jawab. Penggunaan yang dinilai tidak proporsional dikhawatirkan dapat menurunkan wibawa pemerintahan serta menggerus kepercayaan masyarakat.

“Ini bukan soal hobi Tamiya atau tidak. Ini soal etika dan kepatutan. Kepala daerah harus mampu memisahkan ruang pribadi dan fasilitas negara. Jangan sampai muncul kesan bahwa aset daerah diperlakukan seolah-olah milik pribadi,” tambah aktivis muda yang biasa disapa Ijal tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten PALI terkait polemik penggunaan pendopoan tersebut.(Red)

×
Berita Terbaru Update