PALI Ekspres — Seorang bocah laki-laki berusia sekitar 5 tahun, warga Simpang Bandara, Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dikabarkan meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam lubang galian septic tank proyek pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih, Minggu petang 8/2/2026
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban merupakan warga RT 15 RW 04 Kelurahan Handayani Mulya. Peristiwa tersebut terjadi di sekitar area proyek yang saat kejadian dalam kondisi tergenang air akibat hujan.
Kejadian itu dengan cepat mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah warga mendatangi lokasi dan melakukan upaya evakuasi terhadap korban sebelum membawanya ke RSUD Talang Ubi untuk mendapatkan penanganan medis.
Lurah Handayani Mulya, Sarnadi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban ditemukan setelah waktu azan magrib dan diduga saat itu sedang bermain di sekitar lokasi proyek.
“Korban ditemukan setelah azan magrib. Dugaan sementara, korban bermain sendirian di sekitar area proyek,” ujar Sarnadi saat ditemui di lokasi kejadian.
Menurutnya, korban diduga tidak mengetahui adanya lubang galian septic tank di area tersebut. Kondisi genangan air akibat hujan diduga membuat lubang galian tidak terlihat dengan jelas.
“Lokasi tergenang air karena hujan. Diduga korban tidak mengetahui adanya lubang galian septic tank sehingga terjatuh dan tenggelam,” imbuhnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kelurahan masih berada di tempat kejadian perkara (TKP) untuk memantau situasi, sementara korban telah dibawa ke rumah sakit. Pihak terkait masih menunggu perkembangan lebih lanjut terkait penanganan dan langkah selanjutnya.
Peristiwa ini turut menyoroti pentingnya penerapan standar keselamatan pada lokasi pekerjaan konstruksi, terutama proyek yang berada di dekat atau di tengah permukiman warga. Secara umum, area proyek yang memiliki galian tanah berpotensi menimbulkan risiko bagi masyarakat sekitar apabila tidak dilengkapi dengan pengamanan yang memadai.
Langkah keselamatan yang lazim diterapkan dalam kegiatan konstruksi antara lain pemasangan pagar pembatas, penutup lubang galian, rambu peringatan, serta pengawasan berkala, khususnya pada kondisi cuaca ekstrem seperti hujan.
Dalam konteks kejadian ini, lokasi proyek diketahui berada di lingkungan yang dapat diakses warga. Kondisi genangan air diduga membuat lubang galian septic tank tidak terlihat jelas, sehingga meningkatkan potensi bahaya, terutama bagi anak-anak yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Pihak kelurahan menyampaikan bahwa korban diduga tidak mengetahui keberadaan lubang galian tersebut. Hal ini menjadi pengingat bahwa keselamatan di sekitar area proyek tidak hanya berkaitan dengan pekerja, tetapi juga menyangkut perlindungan masyarakat umum.
Secara normatif, pengamanan area proyek merupakan bagian dari tanggung jawab penyelenggara kegiatan pembangunan agar tidak menimbulkan risiko bagi pihak di luar aktivitas proyek. Namun hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang menyimpulkan adanya kelalaian atau pelanggaran tertentu. Seluruh pihak diharapkan menghormati proses klarifikasi yang masih berlangsung.
Peristiwa ini diharapkan menjadi perhatian bersama bagi para pemangku kepentingan, baik pelaksana proyek, pengawas, maupun pihak terkait lainnya, untuk lebih mengedepankan prinsip kehati-hatian dan keselamatan publik dalam setiap kegiatan pembangunan, khususnya yang berdekatan langsung dengan permukiman warga. (Red)



