Notification

×

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Baru 3 Bulan Dibangun, Jembatan Talang Pipa Jadi Sorotan

Minggu, 15 Maret 2026 | Maret 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-15T08:15:57Z

PALI Ekspres | Pembangunan Jembatan Talang Pipa di Kelurahan Talang Ubi Barat, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mulai menuai sorotan dari masyarakat.


Proyek yang disebut baru sekitar tiga bulan selesai dibangun itu diduga menggunakan skema dana tanggap darurat, sehingga memunculkan sejumlah pertanyaan terkait dasar penganggaran serta kualitas pekerjaan konstruksi.


Informasi yang dihimpun dari warga menyebutkan bahwa pembangunan jembatan tersebut menggunakan anggaran darurat yang umumnya diperuntukkan bagi penanganan kondisi mendesak atau bencana.


“Informasinya menggunakan dana darurat, jadi perhitungannya tidak seperti proyek pembangunan biasa,” ungkap seorang warga kepada wartawan. pada Minggu (15/03/2026)


Penggunaan skema tersebut mulai dipertanyakan masyarakat. Pasalnya, pembangunan jembatan merupakan pekerjaan infrastruktur yang pada umumnya melalui proses perencanaan serta penganggaran reguler dalam APBD.


Selain soal sumber anggaran, warga juga menyoroti kondisi konstruksi jembatan yang diduga tidak sepenuhnya sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan.


Menurut keterangan warga, pada bagian permukaan jembatan sempat dilakukan penyiraman aspal curah yang disebut bertujuan untuk memperkuat atau mengikat lapisan semen yang ada.


Namun, warga menilai lapisan aspal tersebut terlalu tipis sehingga dinilai kurang maksimal dalam memperkuat permukaan jembatan.


“Alangkah lebih bagusnya dan supaya lebih aman disiram aspal agak tebal untuk mengikat semen,” ujar seorang warga.

Warga lainnya juga mengungkapkan hal serupa.


“Kemarin disiram aspal curah, tapi hanya setebal kulit bawang. Kami berharap jeramba ini dibenahi dan dirapikan agar lebih aman digunakan,” kata warga.


Hal tersebut memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat terkait kualitas konstruksi serta standar teknis pekerjaan proyek tersebut.


Beberapa warga bahkan mengkhawatirkan pembangunan jembatan itu berpotensi menjadi temuan pemeriksaan lembaga audit apabila penggunaan dana darurat maupun spesifikasi teknis pekerjaan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


“Jembatan itu baru beberapa bulan selesai. Kami khawatir kalau nanti diperiksa bisa jadi temuan,” kata warga lainnya.


Dalam sistem pengelolaan keuangan daerah, penggunaan dana tanggap darurat umumnya harus didasarkan pada penetapan status keadaan darurat serta memiliki dasar administratif yang jelas.


Karena itu, warga berharap pemerintah daerah maupun instansi teknis terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai dasar penggunaan dana tanggap darurat, mekanisme pelaksanaan pembangunan, serta spesifikasi teknis konstruksi Jembatan Talang Pipa.


Transparansi tersebut dinilai penting untuk menghindari munculnya spekulasi di tengah masyarakat sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.


Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah daerah maupun dinas teknis terkait di Kabupaten PALI belum memberikan keterangan resmi terkait penggunaan dana tanggap darurat serta pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut.


Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kabupaten PALI, Ir. H. Ristanto Wahyudi, ST, MT, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp menyarankan agar konfirmasi langsung ditujukan kepada pejabat terkait.


“Silakan langsung ke Pak Ismad sebagai KPA-nya,” tulisnya singkat.


Polemik penggunaan dana tanggap darurat untuk pembangunan infrastruktur seperti jembatan ini dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Kejelasan dasar penganggaran, mekanisme pelaksanaan pekerjaan, hingga spesifikasi teknis konstruksi menjadi penting agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari, termasuk potensi temuan dalam pemeriksaan lembaga audit. 

Transparansi pemerintah daerah dinilai menjadi kunci untuk menjawab berbagai pertanyaan yang kini berkembang di tengah masyarakat. (Red)

×
Berita Terbaru Update