Notification

×

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Limbah Disorot, CSR Dipertanyakan: FP3 Desak PT LSR Transparan

Kamis, 02 April 2026 | April 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-02T12:25:57Z

PALI Ekspres  | Gelombang tuntutan keterbukaan informasi publik kembali mencuat di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Kali ini, Forum Pemuda-Pemudi PALI secara resmi mendesak pihak terkait untuk segera mengumumkan hasil uji sampel limbah milik PT LSR secara transparan kepada masyarakat.


Desakan tersebut muncul sebagai respons atas meningkatnya kekhawatiran warga terhadap potensi dampak lingkungan dari aktivitas perusahaan yang hingga kini dinilai masih tertutup.


Koordinator Forum Pemuda-Pemudi PALI, Rizky, menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak penuh untuk mengetahui kondisi lingkungan di wilayah tempat tinggal mereka. Menurutnya, keterlambatan atau ketidakterbukaan hasil uji limbah hanya akan memicu spekulasi negatif dan keresahan publik.


“Kami mendesak agar hasil sampel limbah PT LSR dibuka seluas-luasnya. Jangan ada yang ditutupi. Jika sesuai baku mutu, umumkan. Jika melanggar, harus ada sanksi tegas. Ini menyangkut hak hidup masyarakat dan kelestarian lingkungan PALI,” tegas Rizky Pada Kamis 02/04/2026.


Ia menambahkan, transparansi merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan dan instansi terkait terhadap kontrol sosial yang dilakukan masyarakat, khususnya kalangan pemuda.


Selain isu lingkungan, Forum Pemuda-Pemudi PALI juga menyoroti penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang dinilai tidak transparan.

Mereka menilai, selama ini pengelolaan CSR cenderung tertutup dan belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.


Adapun tuntutan yang disampaikan meliputi:


Publikasi Data: Pemerintah daerah dan perusahaan diminta mempublikasikan laporan CSR secara berkala.


Audit Independen: Program CSR perlu diaudit untuk memastikan tepat sasaran dan bukan sekadar formalitas.


Keterlibatan Pemuda: Pemuda lokal harus dilibatkan dalam pemetaan kebutuhan masyarakat agar program lebih berdampak.


Forum Pemuda-Pemudi PALI menegaskan tidak akan tinggal diam jika tuntutan tersebut diabaikan. Mereka bahkan mengancam akan menggelar aksi dengan massa yang lebih besar.


Menurut Rizky, kemajuan Kabupaten PALI tidak akan tercapai jika perusahaan yang memanfaatkan sumber daya alam masih bersikap tertutup terhadap publik.


“Kami beri tenggat waktu. Jika hasil sampel limbah tidak dipublikasikan dan CSR tetap tidak transparan, kami siap mengonsolidasikan massa lebih besar untuk menuntut hak masyarakat PALI,” ujarnya.


Hingga berita ini diterbitkan, Forum Pemuda-Pemudi PALI masih terus berkoordinasi dengan berbagai elemen masyarakat guna mengawal isu tersebut hingga tuntas. (Red)

×
Berita Terbaru Update