Gandi Islamiyani : “Anak kecil yang Pak Alex gandeng waktu itu adalah aku. Karena foto itu aku jadi bagian sejarah program sekolah gratis Bapak Alex,”_
PALI Ekspres | Selama bertahun-tahun, publik Sumatera Selatan akrab dengan satu potret yang begitu melekat di ingatan: sosok Gubernur Sumsel kala itu, Alex Noerdin, menggandeng tangan seorang pelajar kecil berseragam SD. Foto itu terpampang di mana-mana dari papan reklame di Kota Palembang hingga pelosok desa menjadi simbol kuat program sekolah gratis yang digaungkan pemerintah provinsi.
Namun, satu pertanyaan lama selalu menggantung siapakah anak kecil yang beruntung itu dan kini, misteri tersebut terjawab.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @gandiislamiyanii, sosok pelajar dalam foto ikonik itu mengungkap identitasnya. Ia adalah Gandi Islamiyani yang kini telah tumbuh dewasa dan mengabdikan diri sebagai seorang guru.
Dalam unggahan penuh kenangan, Gandi membagikan kembali potret masa kecilnya saat digandeng Alex Noerdin. Ia menuliskan kisah yang selama ini hanya menjadi tanda tanya publik.
“Anak kecil yang Pak Alex gandeng waktu itu adalah aku. Karena foto itu aku jadi bagian sejarah program sekolah gratis Bapak Alex,” tulis Gandi.
Bagi Gandi, kenangan itu bukan sekadar foto. Ia mengaku pernah diundang langsung ke rumah dinas gubernur bersama kedua orang tuanya sebuah momen yang hingga kini masih membekas hangat di hatinya.
“Bapak sempat mengundang aku dan orang tuaku ke rumah dinasnya. Bapak juga baik banget kasih gift ke aku waktu itu. Terima kasih ya Pak untuk kenang-kenangannya,” kenangnya.
Waktu berlalu. Anak kecil dalam baliho itu kini telah menuntaskan pendidikannya. Gandi diketahui merupakan lulusan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Dengan penuh syukur, ia mengabarkan bahwa dirinya kini resmi menjadi seorang guru, profesi yang ia pilih sebagai jalan pengabdian.
“Alhamdulillah aku selesai sekolah tepat waktu dan sekarang aku sudah jadi seorang guru, Pak,” tulisnya haru.
Tak berhenti di situ, Gandi juga membagikan momen dirinya mengajar di kelas. Dengan suara yang sarat tekad, ia berjanji akan meneruskan semangat pendidikan yang dulu ikut mengubah jalan hidupnya.
“Akan ku didik anak-anak dengan ikhlas sampai jadi penerus program gratis Bapak,” tuturnya.
Di akhir pesannya, Gandi menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada Alex Noerdin, sosok yang disadari atau tidak, telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
“Terima kasih Pak Alex Noerdin. Dedikasi Bapak adalah motivasi untuk kami,” pungkasnya.
Kisah ini menjadi pengingat sebuah kebijakan publik kadang tidak berhenti pada angka dan program. Ia hidup dalam nasib manusia. Dari genggaman tangan seorang gubernur di masa lalu, kini lahir tangan lain yang dengan sabar membimbing generasi baru di ruang-ruang kelas Sumatera Selatan.(Bj)


