Notification

×

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pipa Pertamina di Talang Akar Bocor dan Terbakar, Warga Dikepung Bau Gas

Kamis, 26 Februari 2026 | Februari 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-26T12:10:27Z

PALI Ekspres – Insiden kebocoran pipa milik perusahaan migas negara kembali menghantui warga Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Jalur pipa line milik Pertamina yang melintasi Dusun 8, Desa Talang Akar, Kecamatan Talang Ubi, dilaporkan bocor hingga memicu kobaran api hebat pada Kamis (26/02/2026) sore.

Hingga berita ini diturunkan, api masih menyala dan aroma gas menyengat mulai merambah ke wilayah permukiman warga, memicu kekhawatiran akan potensi ledakan susulan maupun dampak kesehatan.


Peristiwa ini pertama kali diketahui warga sekitar pukul 15.40 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, api muncul secara tiba-tiba dari titik kebocoran pipa. Bunyi desis gas bertekanan tinggi sempat terdengar sebelum berubah menjadi jilatan api yang menyambar ke udara.


Salah seorang warga setempat mengungkapkan bahwa tanda-tanda kerusakan pada pipa sebenarnya sudah terlihat sebelumnya. Kondisi pipa yang diduga telah berusia tua dan mulai keropos disebut menjadi pemicu utama kegagalan struktur hingga terjadi kebocoran.


“Pipa itu memang sudah mulai keropos dimakan usia. Kami menduga karena kondisi fisik pipa yang sudah tidak layak itulah makanya jebol dan terbakar,” ujar warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.


Situasi kian genting karena gas yang keluar tidak hanya terbakar di titik lokasi, tetapi sebagian terbawa angin menuju rumah-rumah warga. Bau gas yang tajam membuat masyarakat Dusun 8 meningkatkan kewaspadaan, bahkan beberapa memilih keluar rumah untuk menghindari paparan yang menyesakkan napas.


“Gasnya terus menyebar, baunya sangat tajam sampai ke dalam rumah. Kami takut kalau ada percikan api sedikit saja di dapur, bisa berakibat fatal,” tambah warga lainnya.


Upaya pemadaman masih terus dilakukan di lokasi kejadian. Namun hingga pukul 18.00 WIB, api belum berhasil dijinakkan sepenuhnya karena besarnya tekanan gas dari dalam pipa.

Sementara itu, pihak manajemen Pertamina hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Redaksi telah berupaya menghubungi perwakilan perusahaan melalui sambungan telepon maupun pesan singkat, namun belum memperoleh respons.


Meski demikian, media terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak perusahaan dan otoritas terkait di lapangan untuk memastikan langkah darurat segera diambil, termasuk penutupan aliran gas (shut down) pada jalur tersebut guna memutus suplai bahan bakar api.


Insiden ini kembali memicu tuntutan warga agar Pertamina melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh jalur pipa yang melintasi permukiman di Desa Talang Akar dan sekitarnya. Warga mendesak peremajaan pipa-pipa yang sudah keropos demi menjamin keselamatan jiwa dan lingkungan di masa depan. (Tim)

×
Berita Terbaru Update