Jakarta.PALI Ekspres| Bupati adalah orang yang dipercayakan memimpin kabupaten masa periode 5 tahun. Tidak luput dari pantauan dan sorotan lensa wartawan dalam segi halnya pemberitaan untuk menaikan elektabilitas dan kinerja disaat memimpin.
Namun sosok Bupati Penukal Abab Lematang Ilir ( PALI ) Sumatera Selatan sebut saja Asgianto, dengan lantangnya mengatakan bahwa wartawan dapat dijahili dan bupati bisa memerintahkan seorang Kapolres maupun Kajari yang ada dikabupaten untuk menangkap Wartawan pada kutipan sambutannya.
_"Kalau kalian memang wartawan ada data, jangan menulis pakai kata diduga, ayo kita adu data kalau kalian wartawan dak lengkap data siap-siap aku penjarakan" papar Asgianto dihadapan khalayak wartawan dan unsur Muspida.
" _Berenti oy buat berita diduga-duga, ngapo nyari aman dari hukum dibalik kata diduga. Kalau benar ada data ngapo masih nak makai diduga.Tulis bae langsung itu baru wartawan berani. Kalau benar ado data silahkan tapi sampai kalah data siap -siap tebuang ( penjara)"._
Tantangan bupati Asgianto adalah tabuh yang telah dibunyikan dan mencoba mengajak berperangnya antara wartawan dan Pemerintahan yang dipimpinnya, saya Ali Sopyan pemimpin umum Rajawali News Group dan semua wartawan RNG mengutuk keras pernyataan bupati Asgianto.
"Saya atas nama pimpinan umum dan seluruh anggota wartawan Media Rajawali News Group menghimbau tidak usah gentar kepada kepala daerah maupun pejabat koruptor, jangan takut, sikat angkat beritanya jika real, semakin pejabat arogan semakin maenkan".
Tidak ada satupun pejabat dimuka bumi ini yang bisa melarang wartawan berhenti menulis, Bupati, Gubernur bahkan Menteri korupsi laporkan kepolda, kemabes Polri, kecam Ali.
Bagi wartawan ataupun pemikik media jika memang miliki jiwa korsa sebagai wartawan ayo kita angkat dan gaungkan kecam Bupati Asgianto yang telah menghina ptofesi wartawan.(Ab)


